Atasi Ancaman Writing Engineering dengan Sertifikasi Profesi

Depok, Jawa Barat – Kiwari, kemajuan teknologi telah membawa banyak perubahan pada cara kita berkomunikasi, termasuk dalam media tulisan. Salah satu fenomena baru yang menarik perhatian adalah “writing engineering”, sebuah istilah yang menggambarkan penggunaan teknologi canggih untuk menghasilkan teks secara otomatis, yang dapat mengancam integritas dan autentikasi karya tulis. Dalam menghadapi tantangan ini, sertifikasi profesi muncul sebagai solusi vital untuk memastikan kredibilitas dan keahlian penulis serta editor di industri.

Direktur LSP Penerbitan sekaligus founder Sainstext, Lutfi Trizki dan anggota BNSP periode 2023—2028 Muhammad Nur Hayid berfoto bersama peserta pada kegiatan Upgrading Asesor Kompetensi & Penyusunan MUK Versi 2023 LSP Penerbitan. Detiksiana/Soni Suryo Laksono

Lutfi Triziki, founder Saintext—platform pengembangan teks berbasis kecerdasan artifisial (AI)—mengungkapkan kekhawatirannya terkait fenomena ini.

“Krisis kepenulisan akibat adanya fenomena writing engineering mulai tampak. Ini merupakan saat yang kritis bagi kita untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan menangkap peluang yang ada. Kemampuan konseptor dalam penulisan prompt, misalnya, menjadi sangat penting, memungkinkan kita untuk memanfaatkan teknologi ini dalam menghasilkan konten yang kreatif dan inovatif,” kata Lutfi saat memberi materi kepada peserta Upgrading Asesor Kompetensi LSP Penerbitan di Ruang Ballroom 3, The Margo Hotel, Depok, Jawa Barat, Kamis (29/2/2024).

Menurut Lutfi, kemajuan teknologi bukan hanya tantangan, tetapi juga peluang yang harus dimanfaatkan oleh para penulis. Dengan teknologi writing engineering, penulis dapat menghasilkan draf awal lebih cepat, memungkinkan mereka untuk fokus pada penyuntingan dan penyempurnaan konten. Kemampuan untuk menulis prompt yang efektif menjadi kunci karena ini akan menentukan kualitas output yang dihasilkan oleh teknologi.

Untuk tetap relevan dan kompetitif, penulis dan editor disarankan untuk mengejar sertifikasi profesi, yang melibatkan pendidikan atau pelatihan formal, pengalaman praktik, dan ujian sertifikasi. Program sertifikasi sering kali mencakup pembelajaran tentang teknik penulisan terkini, etika, dan penggunaan teknologi dalam penulisan, mempersiapkan para profesional untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang dalam era digital.

Ke depan, Lutfi melihat bahwa para penulis harus bersinergi dengan teknologi kecerdasan artifisial. Sebab itu, sebagai Direktur LSP Penerbitan, Lutfi melihat peluang yang dibawa oleh “writing engineering”.

“Sertifikasi profesi dan adaptasi dengan teknologi menjadi kunci untuk mempertahankan standar kualitas dan keaslian dalam industri penulisan dan penerbitan. Kreativitas manusia dan kemampuan adaptasi dalam memanfaatkan teknologi untuk menciptakan karya yang inovatif dan autentik menjadi keharusan,” pungkas Lutfi. Dalam menghadapi ancaman “writing engineering”, sertifikasi profesi menawarkan jalan untuk mempertahankan standar kualitas dan keaslian dalam industri penulisan dan penerbitan. Melalui validasi keahlian dan komitmen terhadap etika profesi, penulis dan editor bersertifikat menegaskan nilai tambah mereka di era digital ini.

img1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *